Jakarta, 14 September 2026 – Perkembangan teknologi diagnostik dan bedah mata terus membuka cara baru dalam menangani pasien, dan pertemuan ilmiah menjadi ruang bagi para dokter spesialis mata untuk mengenalnya secara langsung. PIT PERDAMI 2026 berlangsung pada 3 sampai 5 September 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang. PT Opto Persada Nusantara turut berpartisipasi melalui workshop dan exhibition untuk memberikan dukungannya.
Selama tiga hari penyelenggaraan, booth PT Opto Persada Nusantara menampilkan sembilan unit peralatan diagnostik mata yang dapat dicoba langsung oleh para dokter dan optometris yang hadir. Selain itu, kami juga menyiapkan peralatan untuk tiga sesi workshop dengan topik yang berbeda-beda. Karena setiap tindakan membutuhkan alat yang berbeda agar mendapatkan hasil yang optimal.
Pada 3 September 2026 berlangsung Workshop INACOS dengan topik Screening Diabetic Retinopathy, dipimpin Course Director Andhika Guna Dharma, MD. Salah satu materi dalam sesi tersebut membahas langkah pengambilan foto fundus yang tepat pada pemeriksaan di komunitas, yang dibawakan oleh Uyik Unari Dwi Kaptuti, MD. Pemeriksaan di komunitas memiliki tantangan tersendiri karena kondisi pelaksanaannya berbeda dari pemeriksaan di ruang praktik. Untuk itu kami menyiapkan dua kamera fundus, MediWorks FC162 Automatic Fundus Camera bekerja otomatis, memotret kedua mata dalam waktu sekitar 30 detik tanpa memerlukan operator, sehingga dapat mendukung penjaringan pada jumlah pasien yang banyak dan MediWorks FC161 Hand-held Fundus Camera berbentuk genggam dan mengunci fokus dalam hitungan milidetik, sehingga membantu menjaga ketajaman gambar meski pasien bergerak. Keduanya bekerja tanpa pelebaran pupil.
Pada hari yang sama berlangsung Workshop INARVOS dengan topik EDOF Contact Lens: Presbyopia & Myopia Control, dipimpin Course Director Joan Sherlone Hutabarat, MD. Sesi ini membahas bagaimana menentukan lensa kontak yang sesuai, hal ini dilakukan untuk memastikan pengamatan permukaan mata secara detail, termasuk kondisi lapisan air mata yang ikut menentukan kenyamanan pemakaian. Untuk itu kami menyiapkan MediWorks Slit Lamp S390L (Firefly), yang menyorot mata dengan celah cahaya tipis dan dilengkapi filter kuning bawaan untuk memperjelas perubahan halus di permukaan kornea. Alat ini juga dapat mengukur waktu pecahnya lapisan air mata, dan pada sesi tersebut peserta mencobanya secara langsung.
Rangkaian berikutnya adalah Wetlab INASCRS dengan topik Intrascleral Fixation Yamane Technique pada 5 September 2026, dipimpin Course Director Wisnu Sadasih, MD. Teknik ini mengajarkan pemasangan lensa intraokular tanpa jahitan pada segmen anterior. Selama tindakan berlangsung, pandangan dokter perlu tetap terjaga agar prosedur dapat dilakukan dengan presisi. Kami menyiapkan MediWorks Ophthalmic Surgical Microscope SM621, yang kecerahan red reflex-nya dapat diatur terpisah dari pencahayaan utama sehingga batas kapsul dan struktur lensa tetap terlihat. Sistem zoom bermotornya memungkinkan perubahan perbesaran tanpa mengganggu jalannya tindakan, dan prosedur dapat direkam untuk keperluan dokumentasi maupun pengajaran.
Sepanjang acara, tim kami juga berdiskusi dengan para pengunjung mengenai penerapan peralatan di fasilitas masing-masing. PT Opto Persada Nusantara berkomitmen mendukung perkembangan layanan kesehatan mata di Indonesia melalui penyediaan peralatan dari produsen internasional, disertai layanan instalasi, pelatihan penggunaan, dan dukungan purna jual. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui customerservice@optopersada.com atau 021 22635270.
Jakarta, 14 September 2026 – Perkembangan teknologi diagnostik dan bedah mata terus membuka cara baru dalam menangani pasien, dan pertemuan ilmiah menjadi ruang bagi para dokter […]